• Overview

  • Trip Outline

  • Trip Includes

  • Trip Excludes

  • Reviews

  • FAQ

Wisata Wae Rebo, Surga Tersembunyi di Flores

Link Foto:

 https://drive.google.com/file/d/1a-YwBcbZd1476OEFmXTZeMRyLjkgTyoZ/view

Wisata Wae Rebo

Wisata Wae Rebo adalah salah satu destinasi paling ikonik di Indonesia yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa adat ini berada di ketinggian sekitar kurang lebih 1.200 meter dari permukaan laut. Sering dijuluki sebagai desa di atas awan. Begitu anda tiba, langsung merasakan keindahan rumah adat Mbaru Niang berbentuk kerucut, kabut tipis yang menyelimuti desa, serta keramahan masyarakat lokal yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Bagi Anda yang mencari pengalaman perjalanan yang berbeda bukan sekadar liburan biasa wisata Wae Rebo menawarkan kombinasi sempurna antara budaya, alam, dan petualangan. Kami akan membahas lengkap mulai dari alasan memilih Wae Rebo sebagai destinasi terbaik.

Mengenal Desa Adat Wae Rebo Lebih Dekat

Wae Rebo merupakan desa adat terpencil yang hanya bisa diakses dengan trekking sekitar 2–3 jam dari Desa Denge. Desa ini terkenal dengan tujuh rumah adat utama yang disebut Mbaru Niang, yang menjadi simbol filosofi hidup masyarakat Manggarai.

Keunikan Wae Rebo tidak hanya pada arsitekturnya, tetapi juga pada cara hidup masyarakatnya yang sangat menghormati alam dan tradisi. 

Mengapa Anda Memilih Wisata Wae Rebo?

1. Pengalaman Budaya yang Autentik

Anda tidak hanya melihat, tetapi ikut merasakan kehidupan masyarakat adat. Mulai dari upacara penyambutan Waelu’u, hingga menginap di dalam Mbaru Niang bersama warga lokal.

2. Keindahan Alam yang Masih Alami

Dikelilingi pegunungan hijau dan hutan tropis, Kampung adat Wae Rebo menawarkan panorama alam yang masih sangat alami. Udara sejuk, suara alam, dan langit penuh bintang menjadi bonus tak ternilai.

3. Wisata Berbasis Komunitas

Setiap kunjungan Anda berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat. Ini adalah bentuk wisata berkelanjutan yang bertanggung jawab.

Jenis Trip dan Pengalaman yang Ditawarkan :

Wisata Wae Rebo menawarkan beberapa jenis perjalanan yang bisa disesuaikan dengan gaya liburan Anda:

1. Trip Backpacker

Cocok untuk petualang dengan budget terbatas. Biasanya menggunakan transportasi umum, trekking mandiri, dan menginap bersama warga.

2. Private Trip

Ideal untuk keluarga atau pasangan. Lebih fleksibel dari segi waktu, itinerary, dan kenyamanan.

3. Open Trip

Pilihan populer bagi solo traveler. Biaya lebih terjangkau karena digabung dengan peserta lain, namun tetap terorganisir.

4. Cultural Experience Trip

Fokus pada aktivitas budaya seperti belajar menenun, memasak makanan tradisional, dan diskusi sejarah desa bersama tetua adat.

Itinerary Wisata Wae Rebo 2 Hari 1 Malam 

Hari Pertama: Labuan Bajo – Denge – Trekking Wae Rebo Flores

  • 06.00 – 07.00 Sarapan dan persiapan di Labuan Bajo
  • 07.00 – 11.00 Perjalanan darat menuju Desa Denge (±4 jam)
  • 11.00 – 12.00 Makan siang di Denge dan registrasi tamu
  • 12.00 – 15.00 Trekking menuju Desa Wae Rebo (±3 jam, jalur menanjak)
  • 15.00 – 16.00 Upacara penyambutan adat Waelu’u
  • 16.00 – 18.00 Istirahat, menikmati suasana desa, foto-foto
  • 18.00 – 19.00 Makan malam bersama warga
  • 19.00 – selesai Interaksi budaya, cerita adat, dan menginap di Mbaru Niang

Hari Kedua: Menikmati  kampung Wae Rebo – Kembali ke Labuan Bajo

  • 05.30 – 07.00 Menikmati sunrise dan kabut pagi 
  • 07.00 – 08.00 Sarapan pagi
  • 08.00 – 10.00 Eksplorasi desa, belajar budaya lokal
  • 10.00 – 13.00 Trekking turun kembali ke Denge
  • 13.00 – 14.00 Makan siang
  • 14.00 – 18.00 Perjalanan kembali ke Labuan Bajo

Waktu Terbaik untuk Berkunjung :

Waktu terbaik untuk wisata Wae Rebo adalah:

  • Musim kemarau (April – Oktober)
    Jalur trekking lebih aman, cuaca cerah, dan pemandangan maksimal.

  • Bulan Mei – September
    Periode paling ideal untuk fotografi dan aktivitas outdoor.

Hindari musim hujan (Desember – Maret) karena jalur trekking bisa licin dan berkabut tebal.

Tips Penting 

  • Bawa jas hujan dan jaket hangat

  • Siapkan fisik karena jalur cukup menantang

  • Hormati adat dan budaya setempat

  • Bawa uang tunai secukupnya

Biaya  Wisata Wae Rebo Flores

  • Donasi adat: ± Rp450.000/orang
  • Guide lokal: ± Rp250.000 – Rp400.000

  • Transportasi Labuan Bajo – Denge: tergantung jenis kendaraan

  • Konsumsi & penginapan: biasanya sudah termasuk donasi

Keunikan Rumah Adat Mbaru Niang

Mbaru Niang memiliki lima tingkat dengan fungsi berbeda, mulai dari tempat tinggal, penyimpanan makanan, hingga ruang spiritual. Arsitekturnya bahkan diakui dunia internasional dan menjadi simbol kearifan lokal Manggarai.

Penutup:

Desa Wisata Wae Rebo bukan sekadar destinasi liburan, melainkan sebuah perjalanan batin. Di sini, Anda belajar tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan harmoni dengan alam. 

Baca Juga : sewa speedboat komodo labuan

Itinerary Wisata keunikan desa Wae Rebo 2 Hari 1 Malam dari Labuan Bajo

Hari 1: Paket Wisata Wae rebo Labuan Bajo – Denge – Wae Rebo

Pagi:

  • 05:00 – 06:00: Pagi di Labuan Bajo
    Sarapan pagi di hotel atau penginapan di Labuan Bajo. Pastikan Anda sudah siap untuk memulai perjalanan panjang ke Wae Rebo.

  • 06:00 – 06:30: Berangkat dari Labuan Bajo
    Berkendara menuju Desa Denge, titik awal untuk trekking menuju Wisata Wae Rebo. Perjalanan memakan waktu sekitar 4-5 jam, tergantung kondisi jalan dan cuaca.

Siang:

  • 11:00 – 12:00: Tiba di Desa Denge
    Setelah sampai di Desa Denge, Anda akan berhenti di sini untuk istirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk trekking menuju Wae Rebo.

  • 12:00 – 12:30: Persiapan Trekking
    Anda akan mendapatkan pengarahan mengenai perjalanan trekking dan tips keselamatan dari pemandu lokal. Anda akan diberikan waktu untuk makan siang ringan (bekal dari penginapan atau makan di warung lokal di Denge) sebelum memulai perjalanan.

  • 12:30 – 15:30: Trekking Menuju Wae Rebo
    Mulailah trekking menuju Wisata Wae Rebo flores . Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3-4 jam melewati jalur setapak yang terjal, hutan tropis, dan pemandangan alam yang memukau.

Sore:

  • 15:30 – 17:00: Tiba di Wae Rebo dan Check-in
    Sesampainya di Wae Rebo tour , Anda akan disambut oleh masyarakat setempat. Setelah tiba, Anda akan diberikan kesempatan untuk beristirahat di rumah adat warga (Mbaru Niang) yang telah disiapkan untuk penginapan. Masyarakat setempat akan memberikan sambutan hangat dan memperkenalkan kehidupan adat mereka.

  • 17:00 – 18:00: Eksplorasi Wae Rebo manggarai 
    Setelah check-in, Anda dapat berjalan-jalan di sekitar desa, mengagumi keindahan alam sekitar dan kearifan lokal apa saja yang terdapat di desa wisata wae rebo  seta mengamati rumah adat yang khas. Anda juga dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau dari ketinggian.

  • 18:00 – 19:00: Makan Malam Tradisional
    Nikmati makan malam tradisional khas masyarakat Wae Rebo yang biasanya terdiri dari nasi, sayur, ikan, atau daging, dan sambal khas Manggarai. Selama makan malam, Anda dapat berbincang dengan penduduk setempat dan belajar lebih banyak tentang budaya mereka.

Malam:

  • 19:00 – 21:00: Istirahat dan Kegiatan Budaya
    Sore hari di desa adat Wae Rebo bisa diisi dengan mendengarkan cerita adat dari tetua desa atau menikmati suasana malam di bawah langit yang dipenuhi bintang. Penginapan di Wae Rebo biasanya sederhana, tetapi suasananya sangat autentik dan nyaman untuk tidur malam.

Hari 2: Desa Wisata Wae Rebo – Denge – Labuan Bajo

Pagi:

  • 05:30 – 06:00: Menyaksikan Matahari Terbit
    Bangun pagi untuk menyaksikan keindahan matahari terbit di Wae Rebo. Pemandangan alam sekitar desa yang diselimuti kabut pagi akan menciptakan suasana magis yang sangat mengesankan.

  • 06:00 – 07:00: Sarapan dan Berbincang dengan Warga Lokal
    Nikmati sarapan pagi bersama masyarakat Wae Rebo yang mungkin juga akan mengajak Anda berbincang tentang kehidupan sehari-hari mereka.

  • 07:00 – 08:00: Tur Budaya
    Mengunjungi dan berkeliling desa untuk melihat lebih dekat kehidupan tradisional masyarakat Wae Rebo. Anda juga dapat berpartisipasi dalam aktivitas seperti membantu warga dalam kegiatan bertani atau membuat kerajinan tangan khas Manggarai.

Siang:

  • 08:00 – 12:00: Trekking Kembali ke Denge
    Setelah puas menikmati suasana desa, Anda akan memulai perjalanan kembali ke Desa Denge. Trekking kembali mungkin lebih cepat karena jalur yang sudah lebih familiar. Waktu yang dibutuhkan sekitar 3-4 jam.

  • 12:00 – 13:00: Makan Siang di Desa Denge
    Setibanya di Denge, Anda bisa menikmati makan siang di warung lokal atau membawa bekal makan siang dari desa Wae Rebo. Istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Labuan Bajo.

Sore:

  • 13:00 – 17:00: Perjalanan Kembali ke Labuan Bajo
    Setelah makan siang dan istirahat, Anda akan melanjutkan perjalanan menuju Labuan Bajo. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 4-5 jam.

  • 17:00 – 18:00: Tiba di Labuan Bajo
    Anda akan tiba kembali di Labuan Bajo pada sore atau malam hari, dan dapat langsung menuju penginapan untuk beristirahat atau menikmati makan malam di kota.

Catatan Penting: wisata ke wae rebo

  1. Perjalanan: Perjalanan menuju Wisata Wae Rebo cukup panjang dan melelahkan, sehingga persiapkan fisik dengan baik. Pastikan Anda mengenakan sepatu trekking yang nyaman, membawa air minum, dan membawa perlengkapan yang sesuai.

  2. Trekking: Medan yang terjal dan cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, perjalanan ini lebih cocok untuk pengunjung yang siap menghadapi tantangan fisik dan ingin menikmati pengalaman petualangan di alam bebas.

  3. Penginapan: Penginapan di Wae Rebo sederhana, di rumah adat warga, dengan fasilitas terbatas. Namun, pengalaman menginap di sini sangat autentik dan memberikan kedekatan dengan budaya setempat.

  4. Cuaca: Cuaca di Wae Rebo bisa cukup dingin, terutama di malam hari. Pastikan Anda membawa jaket hangat dan perlengkapan lain sesuai kebutuhan.

  5. Makanan: Makanan di Wae Rebo cukup sederhana namun lezat, dengan hidangan khas Manggarai yang berbahan dasar hasil bumi lokal.

  • Transportasi Darat:

    • Antar-jemput dari Labuan Bajo atau lokasi lain di Flores ke Denge (desa terakhir sebelum trekking).
  • Trekking Guide:

    • Pemandu lokal yang akan menemani perjalanan trekking dari Denge ke Wae Rebo.
  • Akomodasi di Wae Rebo:

    • Menginap di rumah adat (Mbaru Niang).
  • Makan dan Minum:

    • Makan malam, sarapan, dan kopi/teh di Wae Rebo.
  • Donasi untuk Desa:

    • Biaya kontribusi yang dibayarkan ke masyarakat Wae Rebo.
  • Tiket Masuk:

    • Akses ke kawasan Wae Rebo dan kontribusi untuk pelestarian desa adat.
  1. Transportasi ke Flores:

    • Tiket pesawat atau bus ke Labuan Bajo.
  2. Pengeluaran Pribadi:

    • Belanja oleh-oleh di Wae Rebo.
    • Tip untuk pemandu atau kru perjalanan.
  3. Kebutuhan Tambahan:

    • Snack atau makanan tambahan selama trekking.
    • Sewa perlengkapan trekking jika diperlukan (seperti jas hujan atau sepatu khusus).
  4. Akomodasi Sebelum/Sesudah Trip:

    • Hotel atau penginapan di Labuan Bajo atau lokasi lainnya.

 

There are no reviews yet.

Be the first to review “Wisata Wae Rebo Desa Atas Awan 2 H”

Wae Rebo terletak di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa ini berada di atas pegunungan pada ketinggian sekitar 1.200 mdpl, dan dikenal sebagai "negeri di atas awan

Dari Labuan Bajo naik kendaraan ke Desa Denge (±6-7 jam).

Dari Denge, trekking ke Wae Rebo (±3-4 jam jalan kaki).

Menginap di rumah adat Mbaru Niang.

Fasilitas sederhana: kasur lipat, selimut, toilet bersama.

Tidak ada sinyal seluler atau listrik

Bulan April – Desembwr (musim kemarau), karena jalur trekking lebih aman dan cuaca cerah.

Hindari musim hujan (Desember – Februari) karena jalur licin dan rawan longsor.

Menyaksikan dan menginap di rumah adat.

Mengikuti upacara adat jika bertepatan, seperti Penti (sekitar November).

Trekking, fotografi, mengenal budaya lokal, dan menikmati alam pegunungan.

aket hangat, sepatu trekking, jas hujan.

Obat pribadi, makanan ringan, air minum

Hormati adat istiadat setempat.

Jangan mengambil gambar di rumah adat tanpa izin.

Jaga kebersihan dan lingkungan sekitar.